Mari Kita Melawan Virus Corona Dari Rumah!

Kami Tetap Bekerja untuk Anda, Anda Tetap Dirumah Untuk Kami. #dirumahsaja #stayhome #dudukdirumah

Tertanda : Para Tenaga Medis.

Pemerintah memaksimalkan pengendalian virus corona dengan membatasi interaksi sosial. ” kebijakan belajar, bekerja dan beribadah dirumah kita gencarkan”. Aplikasi belajar online pun ikut berkontribusi dengan pemerintah, dimana semua jenjang sekolah diliburkan selama 14 hari atau dengan istilah lockdown.

Timbulnya imbauan tersebut seiiring meluasnya pasien yang terjangkit corona di tanah air. Hingga Selasa, 17 Maret 2020, pemerintah menyatakan 134 orang positif corona dan 5 diantaranya meninggal.

Virus yang pertama kali merebak di kota Wuhan, provinsi Hubei, Cina pada awal Desember 2019 ini telah menyabar ke 151 negara. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) pada Senin, 26 Maret 2020 menyebutkan total yang telah terinfeksi 167.511 orang dan 6.606 pasien dari jumlah itu meninggal dunia.

Direktur Jendal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menetapkan Covid 19 sebagai pandemi global yang serempak dimana mana mencakup wilayah geografi yang luas.

Menurut WHO, virus corona sudah bisa menular dari orang ke orang melalui percikan cairan hidung atau mulut penderita yang batuk dan buang nafas. Percikan cairan ini bisa mengenai benda benda di sekitar orang tersebut. Lalu orang yang menyentuh benda itu kemudian mereka menyentuh mata, hidung, dan mulut bisa tertular virus ini. Orang juga bisa tertular kalau menghirup percikan dari penderita yang batuk atau buang nafas.

Virus sudah mewabah tapi vaksin dan obat untuk corona belum ditemukan?.Lalu bagaimana cara mencegahnya?. Dengan cara meminimalkan kontak langsung dan menjaga jarak dengan orang lain merupakan cara utama untuk menghindari penularannya. “sangat penting berada lebih dari satu meter dari orang yang sedang sakit” begitulah penjelasan WHO di laman resminya.

pandemi covid 19

Pemerintah menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengendalikan penularan virus covid 19, termasuk dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Juga mengikuti himbauan untuk belajar, bekerja dan beribadah dirumah.

Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementrian Kesehatan Ahmad Yurianto mengtakan bahwa pemerintah melacak orang orang yang pernah berkontak langsung dengan penderita corona untuk mengendalikan penularan. Kendati demikian, tidak semua orang yang pernah berhubungan langsung dengan pasien covid 19 menjalani isolasi di rumah sakit. Rumah sakit akan kewalahan ketika harus mengisolasi semua orang yang punya riwayat kontak dengan penderita covid 19. Selain itu, ada pula diantara orang yang pernah kontak langsung untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari dengan pantauan petugas kesehatan.

“Lakukan self isolate, gunakan masker yang benar, lakukan social distancing (jarak sosial), tidur sendiri dulu, tidak berbagi alat makan dan minum, segera cuci tangan dan cuci alat makan tersebut dengan sabun cuci dan air mengalir” kata Yuri yang juga selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus corona ini.

Ia menyarankan warga mengikuti anjuran karantina mandiri karena penderita covid 19 tidak menunjukan gejala sakit. mereka tanpa sadar menularkan virus kepada orang lain saat beraktifitas diluar rumah. “itu berbahaya karena sebenarnya kita bisa kerja sehari hari tanpa tahu kita menularkan ke orang orang yang imun dan kesehatannya lebih lemah.” Ujar dia.

Kenapa harus 14 hari? Isolasi diri disarankan dilakukan selama 14 hari karena masa inkubasi virus corona tipe baru yang menyebakan covid 19 sekitar dua pekan. Dan sebagai payung hukum dalam penanganan ini, menteri kesehatan mengeluarkan surat edaran nomor HK.02.01/MENKES/202/2020 tentang protokol isolasi diri sendiri dalam penangana corona virus disease. Orang yang dianjurkan mengisolasi diri antara lain mereka yang demam dan batuk, atau pilek atau mengalami gejala sakit pernapasan dan punya riwayat bepergian ke negara atau daerah penularan covid 19 atau berhubungan langsung dengan penderita covid 19.

Orang yang menjalani isolasi diri menurut protokol kementrian kesehatan antara lain harus tinggal dirumah, tidak pergi bekerja dan ke ruang publik, menggunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lain dan menjaga jarak setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain. Selain itu mesti menggunakan masker, mengukur suhu tubuh secara berkala, menghindari pemakaian bersama alat makan dan minum serta alat mandi, serta berjemur dibawah sinar matahari pagi diruang terbuka.

Menurut panduan yang dikeluarkan oleh department kesehatan Australia, menjaga jarak sosial bisa dilakukan dengan tetap berada dalam rumah , tidak berjabat tangan, dan sering sering cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir dan cairan pembersih atau hand sanitizer. Dan juga menerapkan menutup mulut saat batuk atau bersin dengan pergelangan siku atau tisu serta membersihkan barang barang yang sering disentuh dengan disinfektan. Melakukan panggilan video atau telpon sebagai pengganti konferensi atau pertemuan, hindari antrean panjang dan keramaian.

Upaya – upaya tersebut diharapkan bisa menghentikan atau setidaknya memperlambat laju penularan covid 19. Pemerintah yang sudah mendapat surat serta himbauan dari WHO untuk menerapkan lockdown dan isolasi diri selama 14 hari adalah untuk melindungi kita dari penularan corona, bukannya malah dimanfaatkan untuk bepergian atau berlibur apalagi ketempat yang ramai.

Jadilah masyarakat yang baik dan cerdas. Semoga kita selalu sehat dan terlindungi. aamiin.

Tinggalkan komentar