Prinsip parenting membentuk karakter positif untuk anak

Membesarkan dan mendidik anak bukanlah perkara mudah. Kekeliruan orang tua dalam menerapkan pola asuh dapat mempengaruhi prilaku anak di kemudian hari.Oleh karna itu, penting bagi orangtua untuk mempelajari prinsip parenting yang yang benar agar bisa membentuk karakter positif pada anak

anak bagaikan kertas putih kosong yang bisa dihiasi dengan coretan atau tulisan. tulisan tersebut bisa membuat kertas menjadi indah atau sebaliknya.

Prinsip utama pola asuh yang baik adalah membesarkan dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, sekaligus mendukung, membimbing dan menjadi teman yang menyenangkan. Cara pengasuhan yang baik juga dapat mendukung kercerdasan anak dari rasa cemas, depresi, pergaulan bebas serta penyalahgunaan alkohol dan narkoba.

Berikut adalah prinsip pola asuh / parenting yang bisa jadi acuan :

  1. Menjadi panutan yang baik bagi anak

Anak cenderung akan meniru apa yang orangtuanya lakukan. Oleh karena itu, mejadi panutan yang baik bagi anak adalah salah satu cara mendidik anak yang penting dilakukan para orangtua. Berilah contoh yang baik kepada anak ketika ingin menanamkan karakter baik pada anak. Misalnya dengan selalu berkata jujur, santun, bersikap sopan, membantu tanpa mengharap imbalan.

Penting pula menerapkan dan menjadi panutan bagi anak tentang pola hidup sehat. Seperti terbiasa mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Jangan hanya memint anakuntuk suka memakan sayur dan buah tetapi juga tunjukan dan buktikan bahwa orangtua nya pun suka. Menyikat gigi setelah makan dan sebelum pergi tidur dan membuang sampah pada tempatnya.

2. Jangan terlalu memanjakan anak

Sayang dan memanjakan adalah dua hal yang berbeda. Jadilah orang tua yang tegas dalam menyikapi kemauan anak. Apakah penting ataukah hanya rasa iri karena teman teman nya memilikinya. Nah, ini saatnya untuk menghentikan kebiasaan tersebut sekaligus memberikan pelajaran pada anak agar tidak menjadi manja.

Misal, anak menangis karena ingin bermain handphone atau menonton TV sampai merengek, atau bahkan saat memaksa untuk dibelikan sesuatu atau tidak mau lekas tidur saat sudah malam. Kita harus belajar tegas, yaa tegas yang dibalut dengan kasih sayang.

Meski demikian, banyak dari orangtua malah memarahi anak anaknya, bahkan tak jarang sampai memukulnya ketika ia berbuat salah. Cobalah menegurnya dengan lembut tapi dengan tegas, tetap tunjukan kewibawaan seorang ibu. Tak apa memberikan punishment kepada anak asal punishment tersebut dapat menjadi pembelajaran juga untuk si anak. Jangan lupa berikan pujian ketika ia telah menyelesaikan punishment nya atau ketika ia melakukan hal baik dan hebat karena dengan ini akan tertanam dengan sendirinya rasa motivasi.

3. Luangkan waktu untuk anak setiap hari

Anak yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tua nya bisa melakukan tindakan yang tidak baik atau kelakuan buruk diluar rumah karena merasa kurang perhatian dari kedua orangtu nya jadi ia memilih untuk mencari kesenangan diluar sana. Sesibuk apapun, usahakan untuk meluangkan waktu untuk anak. Semisalnya dengan bertanya “hari ini hal hebat apa yang kamu lakukan?” atau “hari ini ngapain aja, kita cerita yu” bisa juga “hari ini berjalan baik kah? kita sharing yuk!”. Namun ingat! meluangkan waktu dan melibatkan diri dalam kehidupan anak bukan berarti harus terus menerus berada disampingnya yaa.

Tak apa sebentar asal berkualitas, jangan juga sibuk dengan gadget anda ketika sedang bersama anak, karena itu juga akan menjadi contoh buruk untuk anak. Dengan cara seperti sarapan bersama, antar kesekolah, datang ke acara yang dilakukan anak atau berbincang sebelum tidur.

4. Tumbuhkan sifat kemandirian pada anak

Berikanlah rasa percaya pada anak, tapi jangan lupa berikut dengan rasa tanggung jawab. Berikan kesempatan dan juga apresiasi. Misalnya, dengan memintanya untuk membereskan mainannya dan tempat tidurnya menyiapkan segala keperluannya sebelum sekolah.

Ketika anak sudah beranjak remaja dan memiliki masalah dengan temannya atau dengan siapapun, jangan full membelanya atau menghandle seluruhnya. Bisa diganti dengan memberi dukungan jangan menyerah untuk menyelesaikannya, membantu dengan berdiskusi dan mengarahkan pikirannya untuk mengambil keputusan yang baik.

Pantaulah perkembangan penyelesaian masalahnya. Bila anak telah menyelesaikannya dengan baik, berikan ucapan selamat, terima kasih sudah menjadi hebat, dan lain sebagainya. Atau bisa juga dengan memberikan selembar kertas dengan tulisan “bunda bangga dan sayang padamu” dengan begitu, anak akan merasa dirinya berharga dan telah melakukan hal yang baik.

Namun ingat, ketika ia gagal dan salah, jangan mengejeknya apalagi mengucilkan dan membuat dirinya semakin merasa tak berharga, apalagi sampai membandingkan dengan anak lain. Sama sekali jangan lakukan itu yaa Good Parent!

5. Tentukan peraturan dirumah berikut alasannya.

Menerapkan peraturan bisa membantu anak untuk belajar mengendalikan diri, dan tau mana yang baik dan buruk. Mengapa harus disertakan dengan alasannya? agar anak tau sebab akibat dari apa yang telah ia langgar.

Misalnya menggunakan listrik seperlu nya untuk menghemat biaya, beri batasan untuk penggunaan gadget berikut dengan efek efek buruknya, tidak menonton TV sebelum pekerjaannya selesai.

Yang paling penting adalah, orangtua harus konsisten dalam menerapkan peraturan yang dibuat. Karena jika orangtua saja tidak konsisten, anak alan bingung dan menganggapnya remeh. Untuk mendisiplinkan anak tidak perlu dengancara yang keras dan kasar, seperti melontarkan kata kata yang tidak baik, memukulnya, karena anak yang diperlakukan demikianakan menyelesaikan masalah mereka juga dengan cara kekerasan.

Memang kondisi setiap orang tua akan berbeda yang akan mempengaruhi pola asuh, akan lebih baik jika fokus pada hal yang paling perlu diperhatikan terlebih dahulu. Yang tidak kalah penting adalah, orangtua harus paham bahwa lingkungan dan usia bisa mempengaruhi perilaku anak, maka terapkanlah pola asuh sesuai dengan perkembangan buah hati. Berbincang dan sharing dengan orangtua lain untuk mengasuh anak lebih baik daripada menggosip.

itulah tips pola asuh kepada anak. Semoga kita bisa menjadi ibu yang baik untuk anak anak kita kelak, aamiin.

Tinggalkan komentar